Persaudaraan Tanpa Batas

Hajat jasad kepada masjid, seperti rindu hati kepada dzikir, bagai ikan kepada air. Sebab beribadah berjama’ah adalah pembersih jiwa sekaligus penaut ukhuwah, dua pilar yang diperintahkan Allah untuk menjaga istiqomah, seperti firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan bersamalah selalu dengan orang orang-orang yang benar” Q.S. At-Taubah : 119.

Dari Masjid pula peradaban bermula, sebagaimana Rasuulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menjadikannya bukan hanya sebagai pusat ibadah, melainkan juga pusat pendidikan, pelatihan, kemasyarakatan, pemerintahan, kenegaraan, keilmuan, kesehatan, kebudayaan, dan kemanusiaan.

“Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari Muslim)

Sore itu tak seperti biasanya, adakalanya langit yang mendung tak inginkan hujan. Kami berangkat dari bandara HLP dan tiba di UPG pada pukul 23.50 WITA. Sebelum berangkat menuju lokasi Kampung Muallaf di pedalaman Kabupaten Pinrang, salah seorang Ulama kharismatik di Sulsel menjamu Kami dan kami pun bersilaturahim dengan beliau sekaligus memohon do’a agar perjalanan kami dengan tujuan menyalurkan bantuan dan assessment program dapat berjalan lancar dan diridhoi Allah S.W.T.

Selanjutnya jam 02.00 WITA kami memulai perjalanan darat menuju lokasi Kampung Muallaf Pinrang yang terletak di Desa Makula, Kec. Lembang, Kab. Pinrang. Perjalanan Kami memakan waktu 8 jam dengan beristirahat untuk menunaikan sholat subuh dan melepas lelah selama 60 menit.

Setengah perjalanan diawali dengan menapaki jalanan provinsi dan kabupaten kota yang terkategori lancar, hingga setengah perjalanannya sisanya disambung dengan jalanan perbukitan yang sebagian besarnya bebatuan pasir, dan tanah. Tidak sampai disitu dilanjutkan dengan menapaki jalan yang hanya bisa dilalui motor dengan kondisi jalan bebatuan yang terjal sejauh 3 km dari satu-satunya rumah warga muslim di perkampungan mayoritas non muslim yang menjadi tempat singgah kami sebelum menuju lokasi kampung muallaf.

Senang bercampur haru saat Kami berhasil mencapai lokasi tersebut, menyaksikan kondisi kekinian kampung muallaf yang sudah berkembang menjadi 30 KK yang terdiri lebih dari 110 jiwa. Kami memarkir motor sewaan dari warga setempat di tepi sungai, lalu melanjutkan menyebrang sungai yang saat itu sedang surut. Jika sedang pasang, warga setempat terbiasa berenang untuk menggapai rumahnya menyebrangi sungai yang lebarnya berkisar 15 meter tersebut. Dikarenakan jembatan yang dibangun swadaya warga setempet hancur terbawa arus saat musim hujan dan air sungai meluap. Hidup dengan listrik seadanya yang seringkali putus dan tanpa koneksi telfon dan internet menemani keseharian mereka di kampung muallaf tersebut.

Haru berikutnya saat menyaksikan kehidupan antar warga yang rukun dan saling membantu, menyaksikan anak-anak saling berkumpul bermain dan mengaji di satu-satunya musholla berukuran +- 15 x 15 meter tersebut. Mimpi besar tumbuhnya peradaban Islam di lingkungan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab mereka, melainkan kita harus juga memikulnya.

Kebutuhan prioritas yang perlu mereka perlukan yaitu :

  1. Pembangunan Madrasah yang terintegrasi dengan masjid untuk pengajaran masyarakat, pusat kegiatan masyarakat, dan anak-anak mengaji
  2. Pembanguan Jembatan sebagai akses masuk ke kampung muallaf

Mari kekalkan kebaikan, lampaui batas umur kita di dunia dengan berwakaf untuk Kampung Muallaf Pinrang, Sulsel.

Wakaf dapat disalurkan melalui Mandiri Syari’ah 333 100 2002 a.n. Badan Wakaf Nurul Taqwa dengan kode akhiran nominal 001, misal Rp. 1.000.001

Kondisi tempat ibadah yang ditambahkan bangunan madrasah sebagai tempat pembinaan
Bersama sebagian anak-anak Kampung Muallaf Pinrang, Sulsel 27/6/2019
Bersama Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Lembang, Kab Pinrang dan Masyarakat Kampung Muallaf Pinrang, Sulsel 27/6/2019
Ilustrasi Rencana Pembangunan Masjid Kampung Muallaf Pinrang, Sulsel
Beberapa rumah warga di perkampungan Muallaf Pinrang, Sulsel

Berdiskusi bersama Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Lembang, Kab Pinrang dan Masyarakat Kampung Muallaf Pinrang, Sulsel 27/6/2019

Silaturahim dengan satu-satunya rumah warga muslim di perkampungan mayoritas non muslim yang menjadi tempat singgah kami sebelum menuju lokasi kampung muallaf.
Pak Guntur, Tokoh warga setempat, yang surat anaknya viral di berbagai sosmed mengenai keiniginan anaknya untuk bisa membaca Qur’an, mendengar adzan.
Pembangunan Fondasi Madrasah Pinrang Tahap 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *